Peran Current Ratio Perusahaan Dalam Menjaga Kewajiban Jangka Pendeknya

Peran Current Ratio Perusahaan Dalam Menjaga Kewajiban Jangka Pendeknya

Setiap perusahaan pasti memiliki kewajiban Jangka Pendek, kewajiban yang tidak bisa ditunda, karena apabila ditunda akan berdampak buruk terhadap operasional perusahaan.


Kewajiban jangka pendek seperti biaya gaji (Upah), hutang bank (Bunga atau Pokok) yang akan jatuh tempo, dan kewajiban lain adalah kewajiban yang sifatnya tidak bisa ditunda, apabila terjadi penundaan maka hal ini bisa diartikan bahwa perusahaan sedang mengalami penurunan kemampuan likuiditas, menurunnya kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya.


Current Ratio adalah sebuah parameter keuangan yang digunakan dalam mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek nya, CR merupakan salah satu Rasio Likuiditas yang paling mudah digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menilai kemampuan Aset Lancar untuk melunasi Hutang Lancar nya. Rasio Likuiditas terdiri dari 3 rasio yakni Current Ratio, Quick Ratio dan Cash Ratio.


Apabila perusahaan mampu mengatasi atau membayar kewajiban jangka pendek nya berarti perusahaan tersebut likuid, sementara apabila tidak dapat memenuhi kewajiban nya maka perusahaan dinilai tidak likuid.

Rumus Menghitung Current Ratio


Current Ratio = Aset Lancar / Hutang Lancar


Aset Lancar = meliputi Kas dan Setara Kas, Piutang, Persediaan dan Aset Lancar Lainnya. 

Kewajiban Lancar = termasuk Hutang, Akrual, Hutang Bunga, dan Kewajiban Lancar Lainnya. 


Contoh Perhitungan Current Ratio 

PT Rindu Order memiliki sejumlah Aset Lancar berupa Kas, Piutang, Persediaan dan Aset Lancar lainnnya dengan rincian sebagai berikut :

 

Kas = Rp 1.500.000.000,-

Piutang = Rp 10.000.000.000,-

Persediaan = Rp 9.000.000.000,-

Aset Lancar Lainnya = Rp 1.200.000.000,-


Kemudian perusahaan selama ini beroperasi dengan dukungan modal dari pemegang saham, dan termasuk adanya pinjaman dari Bank. adapun rincian Kewajiban Lancar PT Rindu Order adalah sebagai berikut : 


Hutang Bunga = 1.500.000.000,-

Kewajiban Kepada Pemegang Saham = Rp 500.000.000,-

Hutang Lainnya = Rp 1.000.000.000,-


Berapa nilai Current Ratio perusahaan? apakah PT Rindu Order mampu memenuhi kewajiban jangka pendek nya ?


Perhitungan Current Ratio PT Rindu Order : 


= Aset Lancar / Hutang Lancar

= Aset Lancar (Kas + Piutang + Persediaan + Aset Lancar Lainnya) / Hutang Lancar (Hutang Bunga + Kewajiban Kepada Pemegang Saham + Hutang Lainnya) 

= (Rp 1.500.000.000 + Rp 10.000.000.000 + Rp 1.200.000.000)/(Rp 1.500.000.000 + Rp 500.000.000 + Rp 1.000.000.000)

= Rp 12.700.000.000 / Rp 3.000.000.000)

= 4,23 


Manfaat Current Ratio dalam analisa keuangan perusahaan :


- Ratio Rasio < 1

Apabila Current Ratio bernilai lebih kecil dari 1 ( CR < 1 ) maka bisa disimpulkan bahwa perusahaan tidak liquid dan tidak mampu untuk memenuhi kewajiban jangka pendek nya (dalam kurun waktu tahun berjalan.


- Ratio = 1

Apabila Current Ratio bernilai sama dengan 1 (CR = 1) maka perusahaan dinilai mampu untuk memenuhi kewajiban jangka pendek nya (dalam kurun waktu tahun berjalan), namun angka sama dengan 1 ini dinilai masih agak beresiko bagi perusahaan.


- Rasio > 1 atau < 3

Apabila Current Ratio bernilai lebih besar dari 1 (CR > 1) maka perusahaan dinilai mampu untuk memenuhi kewajiban jangka pendek nya (dalam kurun waktu tahun berjalan) dan perusahaan dinilai liquid dan bagus. 


Namun catatan nya disini adalah apabila perusahaan memiliki nilai CR > 3, artinya perusahaan memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek nya 3 kali lipat dari hutang jangka pendek nya, berarti perusahaan bagus dari sisi likuiditas, namun disisi lain perusahaan dinilai tidak mampu mengelola kelebihan aset lancar nya untuk keperluan lain (misal investasi).